Selasa, Desember 30, 2008

GURINDAM 12..


Karya : Raja Ali Haji

Gurindam Pasal 1

Barangsiapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilangkan nama

Barangsiapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat

Barangsiapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah

Barangsiapa mengenal diri
Maka telah mengenal Tuhan yang bahri

Barangsiapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terperdaya

Barangsiapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat

Gurindam Pasal 2

Barangsiapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut

Barangsiapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Barangsiapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa

Barangsiapa meninggalkan zakat
Tidaklah hartanya boleh berkat

Barangsiapa meninggalkan haji
Tidaklah ia menyempurnakan janji

Gurindam Pasal 3

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Apabila terpelihara kuping
Kabar yang jahat tiadalah damping

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan

Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh

Anggota tengah hendaklah ingat
Disitulah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam Pasal 4

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Disitulah banyak orang tergelincir

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah

Barangsiapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar

Barangsiapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor

Dimana tahu salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam Pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihatlah kepada budi dan bahasa

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tidaklah jemu

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihatlah pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam Pasal 6

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru

Cahari olehmu akan istri
Yang boleh menyerahkan diri

Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

Cahari olehmu akan ‘abdi
Yang ada baik sedikit budi

Gurindam Pasal 7

Apabila banyak berkata-kata
Disitulah jalan masuk dusta

Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah tanda hampirkan duka

Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih

Apabila banyak mencela (mencacat?) orang
Itulah tanda dirinya kurang

Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sahajalah umur

Apabila mendengar akan khabar
Menerimanya itu hendaklah sabar

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar

Gurindam Pasal 8

Barangsiapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya

Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya khabar

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa

Kejahatan diri sembunyikan
Kebaikan diri diamkan

Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka

Gurindam Pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja
Disitulah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Disitulah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan kuat berseteru

Gurindam Pasal 10

Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik di tengah balai

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil

Gurindam Pasal 11

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa

Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela

Hendak memegang amanat
Buanglah khianat

Hendak marah
Dahulukan hujjah

Hendak dimalui
Jangan memalui

Hendak ramai
Murahkan perangai

Gurindam Pasal 12

Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagar duri

Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja

Hukum adil atas rakyat
Tanda raja boleh boleh ‘inayat

Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu

Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai

Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti

Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ca. 1808- Riau, ca. 1873) adalah ulama, sejarawan, pujangga, dan terutama pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa Melayu standar itulah yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia. Ia merupakan keturunan kedua (cucu) dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan juga merupakan bangsawan Bugis.

Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Bukunya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.


Sumber : Wikipedia, someone's blog, Pekanbaru' blog.

Gambar diambil dari sini.

Selasa, Desember 23, 2008

Menjemput Pe-eR


Normalnya siy, yang namanya Pe-eR gak pernah 'dijemput'.. Malah kalo perlu yang namanya Pe-eR mesti dihindari.. Apalagi ama kita-kita yang sejatinya udah lulus dari bangku "sekolah" (baca:kuliah). He he..

Tapi.. Aku memutuskan untuk menjemput Pe-eR "unik" ini.. Pe-eR ini tak lain dan tak bukan adalah "AWARD" dari Mbak Putri, sobat seperjuanganku di sekolah Biru Dongker dulu.. One of my BFF.. Makasih ya Put, buat Pe-eR nya..

Pertama-tama, aturan main Pe-eR ini :

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with 5 (five) gokilisme, crazies or unusual things that they do.
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their 5 (five) things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose 10 people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.
5. huge together .. hahahahaha…


Baiklah..
Berikut lima hal tergila yang (seingatku) pernah kulakukan.. :

1. Waktu Ko-As Bedah.. Aku dan keempat teman sepengirimanku waktu itu mau post test. Minggu terakhir itu emang khusus untuk ujian, gak ada acara jaga di IGD lagi, jadinya kami ngumpul di ruangan khusus di SMF Ilmu Bedah buat belajar. Gak tau kenapa, tiba-tiba kami kompakan merasa "eneg" buat belajar. Niat hati mau rileks dulu, ntar disambung lagi belajarnya.

Kami sepakat untuk membaca Koran Waspada-nya Bang E (ini aja udah gila kan, masa rileks belajar baca koran..? he he). Ntah siapa yang memulai duluan, tapi yang pasti lembaran-lembaran koran yang masing-masing kami baca mulai kami jadikan kertas ORIGAMI. Kami semua kompak melipat kertas koran itu menjadi kapal-kapalan !

Lalu kapal-kapalan itu kami buka salah satu sisinya dan kami pakaikan ke kepala kami ! Alhasil, ada lima dokter muda sinting dengan topi kerucut dari kertas koran ala Nona-nona Belanda pemerah susu sapi ! Semuanya lantas tertawa cekikikan, dan sekonyong-konyong datanglah salah seorang Supervisor kami, dan walaupun semuanya refleks melepaskan topi keramat itu, tak ayal Dokter Ahli Bedah Tumor itu berkata : "Kalian gak ada kerjaan kan..? Sini, biar saya kasih kerjaan.." Dan pergilah Bang E ke tempat foto kopi RS buat memfotokopi berkas si Supervisor..

2. Marahin bapak tukang becak motor saat becak yang aku dan adikku naiki memasuki jalan kosanku. Pasalnya di jalan itu ada Polisi Tidur cukup tinggi tapi karena warnanya yang sama dengan warna jalan, sering membuat orang gak nyangka ada polisi tidur di situ, nyadarnya ketika udah dekat dengan si polisi tidur.

Aku sudah memperingatkan si Bapak agar hati-hati dengan polisi tidur yang ada di depan. Tapi sepertinya beliau gak "open" dengan peringatanku, sementara becaknya tetap "melaju". Dan... DUKK!! Kepala adikku terantuk ke kayu yang menyangga penutup becak (buat melindungi penumpang dari hujan dan panas). Aku sempat menunduk dan menutupi kepalaku, tapi adikku tidak (aku tahu rasa sakitnya karena sebelumnya juga pernah mengalaminya, he he). Jadi begitu nyampe di kosan, merepetlah aku kayak bebek kejepit. Aku makin kesal saat si Bapak cuma senyam-senyum memuakkan, dan volume suaraku meningkat, kali ini seperti harimau kejepit..!

3. Waktu SMU.. Biasalah, anak muda.. Sempat dilanda yang namanya The Pink Virus.. Oops !
Waktu itu sempat ngefans gak jelas ama seorang kakak senior yang udah lulus (he he, jadi malu). Aku surprise banget karena meja kayu yang kuhuni selama ini, ada tanda tangan dan nama si Kakak, aku masih ingat tulisan ****** was here!
yang ditulisi tinta merah. Suatu hari, setelah ujian caturwulan usai, aku sibuk mencari-cari meja keramat itu di antara tumpukan meja lainnya (karena ujian, susunan meja berubah, biar meja yang satu berjauhan dengan meja yang lain, sisa meja yang berlebih ditumpuk di belakang kelas).
Pokoknya aku hanya mau meja yang itu..! TITIK !!!

Put, jangan ketawain Ci yaaaa......

4. Waktu SMP.. Hari Minggu pagi yang cerah, Ci diantarin Papa ke sekolah buat ngikutin ekskul PASKIBRA. Aku dibonceng Papa naik motor. Waktu itu Papa berencana mau ngisi bensin di sebuah SPBU. Ternyata, persediaan bensinnya habis. Aku sempat turun dari motor, dan..... telat membaca papan pengumuman BENSIN HABIS. Papa gak sadar aku sudah turun dari motor, dan Papa tanpa tedeng aling-aling langsung cabut aja ninggalin SPBU.

Wooiiii Paaaaa... anakmu ini ketinggalannnnnnnnn....!!!

Lantas aku ngejar motornya Papa sambil teriak-teriak kayak orang gila. Tapi Papa dan motornya terus saja berlalu, terus berlalu menuju sekolahku.

Capek ngejar-ngejar si Papa dan ternyata Gatot, gagal total, aku berhenti di sebuah boks telepon umum. Waktu itu handphone belum begitu laris manis kayak kacang goreng seperti sekarang, udah bodinya gede dan berat sehingga bisa dipake buat ngelempar anjing sampe mati, harganya masih sangat mahal kala itu, jadinya aku nelpon ke rumah, ngadu ke Mama. Hiks..

Dan Mama memang pahlawanku, dia menyarankan aku agar berdiri saja di pinggir jalan gak jauh dari SPBU, menunggu Papa muncul kembali, mendapatkan diriku..
Akhirnya, tebak sendiri ya Kawan.. Pokoknya Happy Ending deh..
Satu pelajaran yang segera kuambil : Jangan kurus-kurus amat jadi orang ! (Nah lhooo..??)

5. Waktu SD.. Aku adalah ketua kelas 4 SD yang salah satu "bawahannya" seorang anak cowok yang bandelnya minta ampun, suka gangguin anak-anak cewek di kelas termasuk aku. Tapi, ceritanya akan berbeda jika yang diganggu itu adalah AKU.

Ketika dia kembali melancarkan "aksi kejahatan"nya yang menurutku aksi kejahatan paling stupid sedunia, aku lantas mengahampiri mejanya dan mengahantamkan tiga buku tulis yang kutumpuk ke tubuhnya secara bertubi-tubi hingga dia tak sempat membalas. Aku gak peduli meski waktu itu wali kelasku sedang sibuk memeriksa PR-PR kami. Dia sontak terkejut, berdiri dari kursinya dan berteriak agar aku dan begundal itu berhenti berkelahi.

Ha ha.. Girl's rule !!!


Begitulah Kawan-kawan sekalian..
Berikutnya, aku serahkan Pe-eR ini kembali kepada Mbak Putri buat diperiksa..

Afwan Put, masih bingung nih Pe-eR mau diterusin ke SIAPA..

*nyengir mode on*

Kamis, Desember 04, 2008

Setelah 6 tahun..


Apa yang kalian rasakan saat berjumpa kembali dengan teman lama..?

Jawaban versi-ku : MENYENANGKAN !!


Dia..
Teman sebangku-ku di Kelas 3 IPA 2 SMU 8 Pekanbaru 6 tahun yang lalu..
Sejak hengkang dari SMUNDEL, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Aku melanjutkan sekolahku ke Medan sementara dia ke Yogyakarta, mengambil jurusan Farmasi.

Syukurlah, tidak terlalu lama untuk saling mengetahui no. handphone masing-masing sehingga komunikasi di antara kami tetap terjalin. Dunia maya juga kami manfaatkan untuk saling bertukar cerita. Ujung-ujungnya, kami saling curhat, tentang kuliah, kehidupan "unik" anak kos hingga masalah yang lebih private (kalian semua pastinya tahu, Kawan.. He he..)

Sempat kehilangan kontak dengannya waktu dia mengambil Profesi Apoteker di Jakarta, karena HPnya hilang. Tapi, Allah Maha Baik hingga akhirnya aku berhasil menghubunginya lagi..

Libur Lebaran sekali setahun pun tidak juga mampu mempertemukan kami.
Mmmhhhhh..

Dan akhirnya..
Kemarin malam selepas Maghrib, aku jalan-jalan bersama kedua orangtuaku terutama untuk survey ke sebuah klinik di Jl.Soekarno Hatta, karena beberapa hari sebelumnya seorang senior menawariku jaga di klinik temannya (tidak lama sih, sekitar 10 hari aja, karena dokter jaga di sana akan melangsungkan pernikahan, lumayan untuk memulai pengalaman baru). Rencananya dari sana aku akan meluncur ke Panam untuk menjumpai temanku itu. Dia sudah membuka apotek di sana. Kebetulan pas aku aku menelponnya dia sedang berada di apoteknya.

Ternyata tidak mudah menemukan klinik yang dimaksud. Aku, Papa dan Mamaku sudah celingak-celinguk ke sisi kiri dan kanan jalan, tapi tidak kunjung mendapatkannya. Firasatku mengatakan, "kayaknya udah lewat deh..".

Jadi kami memutuskan untuk langsung ke Panam aja, mencari apotek temanku itu.

Dan seperti kejadian mencari klinik, apotek temanku itu pun sempat luput dari penglihatan. Inilah susahnya kalo jalan malam-malam. Terlebih bagi orang sepertiku yang menderita Myopia (padahal udah "bermata empat"), Mamaku Myopia berat dan Papaku Hypermetropia. He he..

Untunglah, ketika berbalik arah aku berhasil menemukan apoteknya..! Voila..! Kami balik arah lagi dan sampai di sana. Dan terjadilah kejadian di mana dua kaum hawa bertemu. Cipika-cipiki dan ngobrol khas cewek yang dibuka dengan kata "Haiii..." dengan raut muka kaget dan mata berbinar-binar. Sungguh Kawan, benar-benar khas cewek. He he..

Sayang, obrolan kami tak bisa berlama-lama karena aku harus menemukan klinik yang tadi terlewatkan, dan...... perut sudah lapar.
Yang penting aku sudah bersua dengan sahabatku itu, tahu di mana apoteknya, dan sempat bercita-cita untuk membuka klinik bersama. Ada yang menulis resep dan ada yang menerima resep. He he..

Mmmmhhh, malam yang indah..
Ketemuan lagi ya friend !!


Gambar diambil dari sini.

Selasa, Desember 02, 2008

REUNI AKBAR


SMS dari Putri :


Info reuni SMU 8 semua angkatan: tgl 6,7,9 Des.
Undangan angkt 2002 bs d ambil ma Nesa.
Sekre: SMU 8
Biaya: 50rb (konsumsi,baju)
tlg infokn jga k yg lain yh.
Mkci

Singkat, padat, mengejutkan, menggoda, mengundang tanya..

Di mana diadakannya..?
Banyak ya agendanya, sampe 3 hari gitu..?
50ribu untuk konsumsi 3 hari en baju kaos..? Murah ya..? (dasar calon ibu-ibu !)

Tapi, pertanyaan penting : "Putri ikutan gak..?"

Dan sepertinya aku dan Putri se-ide se-pemikiran saat Putri mengatakan:

"Kayaknya gak.. GAK MOOD"

Mmmmhhhh..

Knapa gak mood Mbak..?

Ntah lah.. Je ne sais pas..

Pun ketika kutanyakan sohib-sohibku yang lain..
Yang pada kerja di luar PKU, atau yang masih ngelanjutin kuliahnya di luar PKU dipastikan gak bisa ikut..
Yang lain, belum tahu mo ikut apa gak..
Belum pasti..

Ya, baiklah..

Apapun itu, cuma satu komentar dariku :

I MISS YOU ALL, GUYS...!


Foto dicomot dari sini.