Senin, November 24, 2008

,,Au revoir Medan,,





Hidup itu silih berganti..
Ada yang datang..
Ada yang pergi..

Kupandangi untuk yang ke sekian kali tiket Sriwijaya Air MES-PKU dalam genggamanku.

Mmmmmhhhh, jika Allah meridhoi, Insya Allah besok aku sudah berada di Pekanbaru, kota tempatku dilahirkan, kota tempatku tumbuh dan dibesarkan. Untuk sementara ini urusanku di Medan sudah selesai (walaupun sebenarnya hatiku masih dilanda kegalauan sejak hari Sabtu kemarin.. hiks.. hiks..). Dan di Pekanbaru, ada urusan lain yang berhubungan dengan masa depanku. Aku mencoba ikut seleksi tes CPNS. Jika semula aku ingin PTT dulu, maka niat itu untuk saat ini aku urungkan dulu karena pembukaan PTT baru tahun depan, yang ada sekarang ya seleksi tes CPNS ini. Sebagai seorang freshgraduate, ini salah satu peluangku untuk menjadi seseorang yang dulunya selalu disubsidi orangtua menjadi disubsidi pemerintah (baca: digaji). Apa lagi yang ditunggu jika kita sudah tamat kuliah kalau tidak untuk (mencari
) kerja..? Dan karena aku lulus dari Fakultas Kedokteran, tentunya sudah saatnya aku mengabdi menjadi seorang dokter.. :-)

Dan kenyataan lain yang tak bisa disangkal, aku pulang karena aku memang berasal dari sana, sesuai dengan pernyataan di bawah ini :

"Pulanglah kamu ke daerah asalmu setelah selesai kuliah dan mengabdilah kamu di sana".

Dan aku akan berkata : "Yaaa, baiklahhhh..!"

Tak ayal, entah dari mana datangnya perasaan aneh ini : "Aku sedih harus meninggalkan Medan".

Medan, kota tempatku tinggal selama enam tahun untuk menimba ilmu kedokteran, seolah telah menjadi "rumah ke dua"-ku. Telah banyak suka duka yang kurasakan. Tak terhitung pengalaman yang telah kudapatkan. Di kota ini aku ditempa menjadi pribadi yang mau tak mau harus mandiri. Hidup jauh dari orang tua, menjadi anak kos, bertemu dan bergaul dengan orang-orang yang kulturnya berbeda dengan kultur asalku, memiliki sahabat dari berbagai suku, kuliah dan praktikum yang padat, KoAs yang melelahkan tapi sesungguhnya mengasyikkan, makanannya yang enak-enak (gubrakk), tempat-tempat wisata yang OK, tempat-tempat hang out yang keren... Mmmhhhhh, di balik rasa homesick yang sering kurasakan terhadap Pekanbaru, apalagi pas bulan puasa (he.. he), Medan juga mempesonaku..

Ah, Medan.. Aku pasti akan merindukanmu..
Semoga suatu hari nanti kita bertemu lagi..

Bernostalgia..


Gambar koper diambil dari sini.
Gambar pesawat diambil dari sini.
I miss you diambil dari sini.



Sabtu, November 22, 2008

Durian Dadakan


Selain Bika Ambon, Kota Medan juga terkenal dengan duriannya.. Emang siy, yang namanya durian itu bukan hanya ada di Medan aja, tapi orang-orang bilang, durian Medan itu terkenal akan kelezatannya.. Enaknya beda, pokoknya mak nyuss dah..!


Walau begitu, kalo ditanya aku sudah berapa kali makan durian Medan di Medan (ya iya lahh..), ups.. ternyata eh ternyata, masih bisa dihitung dengan jari !!

Gak doyan..?

Mmmhhhh... Anda-anda semua bisa tanya Mamaku yang udah mengenal diriku sejak lahir :

" Apa sih makanan favorit seorang UchiE yang membuat UchiE itu tergila-gila, doyan setengah mati, sampai ampun-ampun dibuatnya?"


Mamaku akan menjawab : "Gak ada". (He.. he.. Pantesan dari dulu badannya segitu-gitu aja, gak pernah gemuk).


Well, kembali ke topik semula, beberapa pedagang durian dadakan mangkal di depan Kantor BNI Jl. Mansyur, gak jauh dari kos-kosanku.. Duriannya banyak, tapi rata-rata berukuran kecil hingga sedang. Belum dapat info durian-durian itu datang dari mana. Pokoknya sejak ada pedagang durian dadakan itu, suasana di depan BNI jadi rame. Dari pagi sampai malam. Apalagi daerah sini daerah kampus USU, banyak juga mahasiswa yang tergoda oleh pesona durian-durian itu. Yang gak enaknya, akibat aktifitas jual beli dan icip-icipan durian itu, jadi banyak sampah mulai dari kulit, biji dan dagingnya berserakan di depan BNI. Akibatnya menimbulkan bau tak sedap, dan sialnya bau itu mampu singgah sampai di kamar kosanku. Mmmmmmmhhhhhhhhhhhh.....

Selama dua minggu ini pula aku dan adikku belum pernah merasakan durian-durian itu. Belum sempat lah (padahal dekat aja, bilang aja belum tertarik Mbak..), takut lebih mahal lah dari tempat lain (oya, "gudang"nya durian Medan itu ada di Jl.Iskandar Muda, udah terkenal sejak dulu) dan ternyata (takut) rasanya gak seenak yang dibayangkan. Apalagi diriku yang tidak memiliki rasa tergila-gila yang amat sangat tergadap suatu makanan, suka-sekedarnya-ajha-gak-sampai-nambuh-hingga-berkali-kali, jadinya ya gitu, kapan mood ajha deh, baru dibeli...

Yah.. Kita lihat saja sampai kapan durian-durian dadakan itu mampu bertahan nangkring di trotoar depan BNI..

Gambar diambil dari sini.





*sedih mode on*


Hiks.. hiks..
Hiks.. hiks..
Hiks.. hiks..

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...................................


@$$^^$%%$%#()_()(*&&&^&%&%*&()_*(^%^.......

Hiks.. hiks..

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............

Hiks.. hiks..
Hiks.. hiks..


Gambar diambil dari sini.

Sabtu, November 15, 2008

nge-Lem


Dua hari yang lalu, saat dalam perjalanan pulang dari kampus, sesuai rute, angkot Nasional 37 melewati Jl.Juanda Baru. Tiba di lampu merah simpang Jl.Brigjend Katamso, untuk pertama kalinya dalam hidupku, setelah 6 tahun wara-wiri di Medan ini, akhirnya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri "aktivitas-ngelem-itu".

Selama ini aku hanya mendengar dari orang kebanyakan, belum pernah melihat langsung. Tapi sore itu, aku sedang "beruntung". Tepat di depanku, beberapa anak jalanan (biasanya selama ini aku hanya tahu mereka adalah para pengamen), tanpa merasa berdosa sedikitpun, di tengah keramaian orang-orang, lalu lintas yang padat, asyik menghirup (dalam-dalam) plastik kaca ukuran setengah kilo yang di dalamnya ada sekaleng kecil "lem cap kambing" dengan tutup sedikit terbuka. Cuping hidung mereka kembang kempis menghirup lem itu. Dua di antara mereka seperti sedang berkelahi, bergumul di atas trotoar dan akhirnya berhenti setelah diteriaki tukang becak yang sedang melintas. Setelah itu lanjut nge-lem lagi. Mmmhhhh..

Ada yang aneh pada hari itu. Orang se-Medan udah pada hafal kalo Jl.Juanda Baru itu, terutama di depan halte, di simpang Jl.Brigjend Katamso, Polisi langganan mengadakan razia di situ. Tapi hari itu, gak ada Polisi seorang pun !
Orang-orang yang lalu lalang juga pada cuek bebek (ini aneh juga, karena menurutku lebih cuek kucingku Mashi daripada bebek).

Ntahlah..

Apa karena mereka orang kecil, biarin aja rusak sekalian, toh emang udah rusak juga.. Yang rusak kan mereka..

Masih banyak isu-isu lain yang lebih penting..

Mereka bukan artis, jadi gak bakalan masuk infotainment..

Cuma lem cap kambing aja kok, bukan shabu-shabu..

Mending Polisi nangkap residivis curanmor..

Anggap aja mereka gak ada..

dan lain-lain..

dan lain-lain..

Narkoba..

Gak pandang bulu..
Laki-laki-perempuan..
Tua-muda..
Kaya-miskin..
Intelek-bodoh..
Aparat-sipil..
Pejabat-keroco..
Selebritis-politikus..
Semua bisa tergoda..

WASPADALAH..!!


Gambar diambil dari sini.

Minggu, November 09, 2008

,, RAPAT,,


Pagi tadi, Ibu Kos mengetuk pintu kamar kami..
Ibu Kos : "Habis Maghrib nanti kalian ada di rumah kan..?"
Adikku : "Iya Bu. Ada apa Bu..?"
Ibu Kos : "Nanti kita rapat ya sama semua anak kos.."
Adikku : "Ooo.. Iya Bu.."

Mmmhhh..

Entah RAPAT untuk yang ke berapa kalinya.
Yang jelas, jauh sebelum undangan Ibu Kos pagi tadi, Ci, Uwi, Arin (yang notabene adalah para senior, ehem.. agak gak enak nyebutnya : Kepala Suku di kosan tercinta ini, secara kami yang duluan eksis sebelum "anak-anak baru" itu datang) udah punya rencana untuk kembali mengadakan rapat.
Bukannya sok senior, tapi kosanku ini dari dulu dikenal sebagai kosan yang aman, tentram, nyaman dan punya SISTEM yang tersusun apik, dan oleh karena itu............... tolonglah : JANGAN MERUSAK SISTEM ITU !

Jadi berbeda..?
Selama itu positif, tidak masalah.
Tapi "adanya-sesuatu-yang-beda-yang kami pantau-selama-ini" dikhawatirkan akan mengganggu keamanan, ketentraman, kenyamanan dan juga si "sistem" itu.

PERATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR, itu kesan yang kami dapat dari beberapa oknum tak bertanggung jawab.
Gak ada gunanya kami bernyinyir ria, toh kita semua sudah pada besar, MAHASISWA pula.
Aku dan adikku merasa, kita sama-sama penghuni kos yang punya hak dan kewajiban yang sama, dan kami menganut asas (untuk kasus tertentu, kecuali untuk masalah lupa mengunci pintu gerbang oleh oknum yang paling akhir masuk, kami sangat nyinyir) "selama itu tidak mengganggu dan merusak kami", gak masalah.. Intinya, kami jangan jadi terusik.
Kami punya kehidupan sendiri.
Malah Ibu Kos yang jadi terusik niy ceritanya.. He he..

Ya, baiklah..
Kita lihat saja nanti, siapa-siapa aja yang terdaftar dalam BUKU DOSA.
Moga bukan kami.. Amin..
Waktu rapat yang diadakan sebulan yang lalu, alhamdulillah, aku dan adikku gak masuk dalam daftar.. He he..

Gambar diambil dari sini.


I really love this song..!


A Shoulder to Cry On
By : Tommy Page


Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further when you're headed for the ground,
And there is nothing more painful than to let you're feelings take
you down,
It's so hard to know the way you feel inside,
When there's many thoughts and feelings that you hide,
But you might feel better if you let me walk with you
by your side,

And when you need a shoulder to cry on,
When you need a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone, cause I'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be a friend to rely on,
When the whole world is gone,
you won't be alone, cause I'll be there.

All of the times when everything is wrong
And you're feeling like
There's no use going on
You can't give it up
I hope you work it out and carry on
Side by side,
With you till the end
I'll always be the one to firmly hold your hand
no matter what is said or done
our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on
everyone needs a friend to rely on
When the whole world is gone
you won't be alone cause I'll be there
I'll be your shoulder to cry on
I'll be there
I'll be the one you rely on
when the whole world's gone
you won't be alone
cause I'll be there!

And when the whole world is gone
You'll always have my shoulder to cry on....

Lirik dicomot dari sini
Gambar Tommy dicomot dari sini

Rabu, November 05, 2008

The Moment of Truth


Malam itu, 3 Nopember 2008..
Aku ditelepon seorang teman dari negeri yang jauh..
Sangat jauh..

Seperti biasa..
Bercanda..
Tertawa..
Berbagi cerita..
Berbagi rasa..
Hingga akhirnya..

Aku tahu..
Tentang sesuatu yang selama ini,
mengganjal di hatiku..

Kebenaran itu..

Yang tak pernah kutahu sebelumnya..
Karena waktu telah begitu rapi menyimpannya..
Serta didukung pelakon yang fasih bersandiwara..

Kebenaran itu..

Meluluh lantakkanku..

Hingga di balik suaraku yang ceria,
hatiku perih..
Di balik tawaku yang riang,
mataku perlahan basah..

Temanku..
Mengapa baru sekarang,
kau mengatakannya..?
Mengapa tidak sedari dulu saja..?

Agar aku, tak terlalu jauh berharap..
Agar aku, tak perlu menanti berkepanjangan..

Tapi itu juga bukan salahmu..
Dirimu hanya menjaga amanah,
darinya..



Gambar diambil dari sini

Sabtu, November 01, 2008

Dari Nabilah, Teman Kecilku


Nabilah namanya.
Siswi kelas 3 SD.
Dia tetangga sebelah rumahku di Pekanbaru. Dia dan keluarganya baru sekitar 4 bulan ini pindah ke PKU. Sebelumnya dia tinggal di Jakarta, daerah Kebon Jeruk. Papanya menjabat sebagai Manager Operasional Garuda Indonesia di Bandara SSK II.

Waktu Ci pulang libur Lebaran kemarin, Ci hanya sebentar ketemu dia. Kesan pertama, dia masih malu-malu pas dikenalin mamanya ke aku dan Uwi. Bis cium tangan, ya udah, dia langsung ke pelukan mamanya lagi. He he..

Karena aku balik ke Medan 2 minggu lebih cepat dari adikku, gak ada kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat. Ternyata, dari cerita adikku, Nabilah itu sungguh luar biasa.

Pas Uwi nyampe di Medan lagi, dia memperlihatkan sebuah bingkisan kecil dengan bungkus kado karakter Snoopy, karakter favorit adikku. "Ini dari Nabilah Kak, untuk kita berdua.. Dia ngantarin ini pagi-pagi sebelum Wi berangkat diantar Papa Mamanya. Katanya sih, isinya pajangan gitu. Mamanya bilang, dia pengen banget ngasih kenang-kenangan ke kita sebelum Wi berangkat.."

Subhanallah.. Nabilah yang kukira pendiam, ternyata perhatian banget.. Diriku jadi terharu. He he.. Dari cerita Uwi, Nabilah tuh aslinya "bijak" banget, polos dan apa adanya. Kata orang melayu, budak keletah.. Dia juga nanyain, Kak Uci sukanya apa.. Tentu aja adikku menjawab dengan lantang : Pooh !

Kami buka bingkisan kecil itu sama-sama.. Isinya pajangan berhias patung lumba-lumba berwarna biru yang menurutku wadah tempat pena, pensil atau apapun lah yang bisa ditaruh di situ, di salah satu sisinya ada bola kaca berisi air dengan patung lumba-lumba di dalamnya. Awesome..!

Terus aku sibuk mendengarkan adikku bercerita tentang Nabilah, yang kata Uwi, kalo ngomong ama Nabilah tuh serasa Monas pindah ke Pekanbaru, alias logat Jakartanya masih kental. He he.. Dia sering maen ke rumah, nonton film-film kartun animasi favoritnya (Nabilah suka banget karakter Princess seperti Aurora, Cinderella, Snow White dll) di Disney Channel di kamar kami. Sambil nonton dia cerita tetang banyak hal, khas dunia anak yang ceria. Adikku mendengarkan dengan setia, meladeni ceritanya (kami berdua suka anak-anak, jadi oke-oke aja berteman dengan dengan anak SD walau umur kami sudah di atas kepala dua).

Mmmhhh.. Jadi pengen ketemu dia lagi. Pasti asyik cerita-cerita ma dia. Berteman dengan anak-anak serasa kita kembali muda lagi, padahal kita dah tuir. He he..

Makasih ya, Nabilah sayang.. Pajangan lumba-lumbanya cantik banget.. ^_<