Senin, Januari 12, 2009

Melintas_Batas..



"Kadang kita terlalu cepat berprasangka...


Ku pikir... Sebagai sulung dari dua bersaudara yang semuanya perempuan, membuat orangtuaku membuat batasan yang cukup ekstrem bagi diriku dan adikku.. Terutama dalam hal klasik seperti ini :

(1) "Kalau bisa kuliahnya jangan jauh-jauh ya..."

atau,

(2) "Kalau bisa kerjanya jangan jauh-jauh ya..."

atau,

(3) "Kalau bisa cari jodoh jangan sama
orang yang terlalu jauh ya..."
(Duhh.. Jangan ingatkan aku pada
"hal" itu lagi.. Cukup sudah..!)

Tapi seperti halnya kenyataan bahwa "segala kejadian" di tempat praktek (klinik) bisa berbeda dengan teori yang kita dapatkan waktu masih kuliah atau Ko-As dulu, maka inipun berlaku demikian..

Untuk poin (1)..

Nyatanya aku dan adikku bisa keluar dari Riau tercinta untuk menuntut ilmu.. Membuat Papa dan Mama serasa menjadi Pengantin Baru lagi di rumah, yang di rumahnya belum ada tangis bayi yang memecah kesunyian.. ( Ya iyalahhhhhh, aku kan udah gede, gak mungkin masih nangis kayak bayi, he he.. *maaf kalo gak nyambung*).

Aku bukan bermaksud untuk menilai orangtuaku overprotective.

*Agak, mungkin iya..*

Tapi belakangan aku menyadari, cara agak overprotective yang dianut Papa dan Mama dalam mengasuh dan mendidik kami berdua sejak kecil, ternyata agar di kemudian hari kami berdua siap dilepas untuk mengejar segala mimpi-mimpi kami.. Subhanallah..

Bekal yang dinilai orangtuaku cukup terutama dalam hal agama (ini membuat kami menyadari untuk tidak melakukan hal yang "macam-macam" selama di perantauan, * toh gak bisa dilihat juga sama Papa dan Mama* tapi ada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa melihat tindak tanduk kami, tak terbatas waktu dan tempat..!) membuat mereka tidak terlalu mengkhawatirkan teori
"menjaga anak perempuan lebih sulit daripada menjaga anak lelaki".. He he..

Untuk poin (2)..

Beberapa hari yang lalu, aku iseng ngomongin info dari salah seorang rekan sejawatku tentang tawaran menjadi dokter tetap selama tiga tahun di salah satu Rumah Sakit Swasta di Jakarta. Eh, ternyata ditanggapi serius oleh kedua orangtuaku. Bener-bener gak nyangka..!! Karena aku sebelumnya merasa paling gak dikasih kerja di luar Riau..
*Ini bukan tanpa alasan, Saudara-saudara. Setelah tamat, waktu aku berencana ingin ikut PTT dulu (lumayan buat menambah pengalaman), aku dah diwanti-wanti agar PTTnya kalo bisa di sekitaran Riau aja, janganlah sampai ada ide sinting di kepalaku buat ikut PTT di daerah pelosok di Papua sana, he he..*


Mereka menyemangatiku buat mendaftar. Siapa tahu ada rezekinya. Diterima, syukur Alhamdulillah.. Gak diterima, ya tidak apa-apa. Hanya saja peluang untuk melanjutkan pendidikan di sana jadi lebih besar (seperti salah satu mimpiku juga sih..).

Yah, kita lihat saja nanti.. (Soalnya aku juga naksir buat kerja di salah satu RS Swasta di Pekanbaru ini.. He he..)

Untuk poin (3)..

No comment deh.. Je ne veux pas..


Dari siput yang ingin keluar dari cangkangnya..


Gambar diambil dari sini, sini.


3 komentar:

Anonim mengatakan...

do what you believe, believe in what you do
ganbate ne!

Anonim mengatakan...

Hm...
Gak nyangka...ternyata dirimu pengin kerja ke sana juga, ya ?

Suzi Leoni mengatakan...

@ nRa..

Thank you for supporting me..

@ Putri..

Tau' neh..
Segala masih bisa berubah..
Diriku hanya bisa berencana..
Ya... Seperti perbincangan kita kemarin..
Hanya "taktik"..
Oops..!